baru saja mendengar obrolan 2 orang yang membahas tentang video2 penkristenan/kristenisasi/pemurtadan atau apalah itu,
dan kedua orang tersebut sepertinya satu pendapat
dan mungkin saja sebentar lagi mereka ingin jihad bersama hahhahaha.......
yah terserah mereka sajalah mau bagaimana
memang isu yang paling gampang membakar emosi adalah isu SARA
ada yang sangat bangga dengan sukunya suku lainnya itu sampah
atau tentang agamanya lah yang paling benar yang lain tidak benar dan hanya layak di musnahkan
hahahha cuih
mungkin saya ini gak ada bedanya bangkai yang berdosa
saya mulai dengan pencarian saya akan Tuhan
waktu kecil saya sering bertanya akan Tuhan
Siapa DIA? apa DIA? gimana rupaNya?
mengenang saat2 itu selalu saja membual hal-hal yang tidak berarti bagi saya
bodohnya, sombongnya kejamnya, dan keegoan
semuanya saya buang setelah belajar/diajari agama (dunia kerohanian) baik di rumah atau disekolah dan dilingkungan
saya mencari tuhan disitu. berbagai teori dan harapan untuk bertemunya KINI TAK ADA, OMONG KOSONG
namun saya tetap sabar untuk menemuiNya
dalam proses belajar saya diajari memahami kitab suci, DIA memang ada disana
tapi hanya sebatas simbolis belaka
tapi hanya sebatas simbolis belaka
eksistensinya, tidak juga kelihatan, nihil segalanya untuk saya
saya melihat di sekitar hanya ada satu yang ganjil. mengapa tuhan cuma memilih agama saya saja? apa itu cuma pendapat orang lain saja?
saya rasa tuhan tidak seperti itu, katanya dia maha adil? kenapa dia berpihak cuma pada satu? kenapa tidak semua?
kenapa di antara agama saling menghujat dan saling membenarkan tuhannya masing-masing? bodohlah kalian, karena kalian hanya menyembah Simbol Tuhan saja
kemudian saya berpikir, salahkah saya berkata seperti itu?
hatiku menjawab, TIDAK SALAH. sebab itulah yang harus kau benahi, saya mencari gambar yang dimana merupakan sosok tuhan
ini tuhanku
itu tuhanku
sana tuhanku
sini tuhanku
lalalalalala tuhanku.
mungkin, kalimat tuhan, bisa jadi tuhan saya
saya menduga dan bimbang 70.000 keliling tentang tuhan
saya tak bedanya seperti iblis
mengaku sudah bertuhan, namun mereka tetap saja sombong akan manusia
saya bertanya awal kali pertama tentang eksistensiNya
kebanyakan yang di pahami oleh orang-orang tentang Tuhan, sebenarnya, mereka telah menipu diri dan Tuhan, dan orang lainnya
kebanyakan yang di pahami oleh orang-orang tentang Tuhan, sebenarnya, mereka telah menipu diri dan Tuhan, dan orang lainnya
saya mencari DIA di berbagai tempat, mulai dari Masjid, sampai dengan Kuil. DIA tak ada
DIA bukanlah simbol, bukan gambar, bukan pula patung
sebab itu semua hanya ekspresi jiwa orang-orang yang tak bertanggung jawab
dan saya mulai mengenal buku bacaan nietzsche dll
sempat berpikir untuk meniadakan tuhan dalam kehidupan
DIA bukanlah simbol, bukan gambar, bukan pula patung
sebab itu semua hanya ekspresi jiwa orang-orang yang tak bertanggung jawab
dan saya mulai mengenal buku bacaan nietzsche dll
sempat berpikir untuk meniadakan tuhan dalam kehidupan
kemudiana saya mencoba dalam keheningan, untuk mencari tuhan. hening demi hening, telah saya dapat.
saya telah sadar
saya menemukan Tuhan..
tak bisa difahami logika, akal, dan ilmu pengetahuan apapun, karena semua di dapat dari keheningan dan ke-DIRIAN
Jadi yakinilah apa yang anda yakini
jangan menggangu keyakinan orang lain
karena mereka sudah yakin dengan surga yang dijanjikan oleh Tuhan yang diyakininya
maupun orang yang tidak meyakini surga seklipun itu hak mereka
tidak usah memaksakan surga anda kepada orang lain
tak bisa difahami logika, akal, dan ilmu pengetahuan apapun, karena semua di dapat dari keheningan dan ke-DIRIAN
Jadi yakinilah apa yang anda yakini
jangan menggangu keyakinan orang lain
karena mereka sudah yakin dengan surga yang dijanjikan oleh Tuhan yang diyakininya
maupun orang yang tidak meyakini surga seklipun itu hak mereka
tidak usah memaksakan surga anda kepada orang lain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar