Minggu, 08 Juli 2012


Cinta dalam pandangan ekstensialis (Sartre)

Menarik ni saya baru saja kembali membaca Sartre
Sartre menegaskan bahwa cinta adalah keyakinan yang buruk
Loh koq bisa begitu
Ini dia beberapa argument nya

1 .cinta adalah “penindasan secara halus”

Ini  dibuktikan Sartre dari hal bagaimana seorang pria yang begitu kerasnya berusaha mengabulkan permintaan wanita yang di cintainya,
Walaupun kadang2 permintaan wanita yang dicintainya irasional AKA gak masuk akal.
Contohnya seorang pria yang yg mengajak makan wanita gebetan ke restoran/café yang mahal
Atau mengajak ke tempat2 mewah lainnya, padahal untul makan sehari-hari dia sendiri saja Cuma mampu untuk makan di warteg atau rmh makan padang murah :D
Tapi dengan rela dan ihlas orang itu menyisihkan uang hari demi hari agar cukup untuk makan di tempat tersebut, untuk memberikan hal yang mengesankan.
Ini merupakan penindasan secara halus dan tak kasat mata.
Hal2 ini ada tapi gak tampak, begitu juga halnya “pulsa”,”nonton bioskop” dll lah ya
Mungkin ini kenapa ada ungkapan “cinta gak pakai logika” seperti lagu agnes :p
Mungkin Ini juga bisa ngejelasin kenapa pejabat banyak Korupsi, mungkin itu dilakukan karna untuk memenuhi kebutuhan komsumtif pasangannya

(the woman in love demands that the beloved in his acts should sacrifice traditional morality for her and is anxious to know to know whether the beloved would betray his friend for her, would steal for her, would kill for her, etc) ; J.P. Sartre

2. cinta esensinya adalah menguasai dunia orang lain

Sartre menyebut ; cinta membuat individu terasing dengan dirinya
Nah yang ini karena ditemuinya tuntutan2 dalam cinta
Contoh seorang wanita meminta/menuntut pacaranya untuk merubah penampilannya, menyuruh untuk diet atu menggemukan badan, merubah sikap, menyurh berhenti merokok dll
Dalam pandangan ekstensialis  ini membuat kita tidak terbebaskan
Dan membuat terasing dari diri sendiri
Misalnya kamu tidak suka memakai pakaian yang terlalu formal dan lebih suka memakai pakaian2 casual
Tetapi karna pasangan anda memaksa, anda pun memakainya
Atau misalnya seorang pria yang yang suka nerpetualang bersama temamn2nya ke gunung, laut dll
Tapi karna kecemburuan pasangan anda pun diminta tidak melakukan kegiatan tersebut.
Karna itu lah Sartre menyebut “esensi cinta adalah terjebak pada dunia orang lain”.

(... love the lovers wants to be ‘the whole world” for the beloved) ; J.P. Sartre


3. pernikahan sebagai pelanggeng borjuisme

Menurut sarte pernikahan hanya sekedar untuk melanggengkan lembaga borjuisme
Penjelasannya kalo kita menikah dan melahirkan anak
Maka hanya ada dua kemungkinan untuk anak tersebut kelak
Apakah berhasil dan menjadi majikan (borjuis) atau gagal dan menjadi buruh (proletar)
Ya itu hierarkis yang kaku antara borjuis dan proletar 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar