Seminggu terahir ini ada banyak
perdebatan /diskusi/dialog tai kucing
yang gw dengar di mulai dari dalam rumah, di tempat kerja, tetangga, di media.
Mungkin gw harus mulai buat note
top 10 obrolan sampah tiap minggu nya
hahahaha
Yang pertama perdebatan politik
dan tidak politik ini yang paling tai kucing menurut gw J
Gw udah males denger orang
ngobrol soal hal ini
Yah dua pihak ini yang mengaku
politis dan yang apolitis sama2 tai hahhahaha
Pertama pihak yang politis klo
gak mau disebut over acting, membicarakan masalah – masalah politik yang
membosankan yang gak ada hubungannya dengan kehidupan sehari-hari (kebanyakan
aktivis atau mahasiswa). Ngomongin politik elitis, dogmatis, sok ideologis, sok
bener sendiri, sok revolusioner, merasa dia sudah memegang kebenaran di seluruh
jagat ini (mungkin saya agak sedikit masuk golongan ini :p) hahhahahhaha
Yang kedua pihak yang apolitis,
sok suci, sok peduli sosial, sok moralis, sok innocent, sekaligus sok gak
peduli juga. “gw mah Cuma peduli masalah sosial sori politik mah busuk” atau
“sori coy gw gak peduli politik, politik mah busuk” hahhaha komentar tolol apa
ani
Ada juga yang sok bener sendiri
yang ngerasa lebih bener dari yang ngomong politik dengan segara pembenarnnya.
Sok fatalis “lebih baik mabok, bodo amat ama semuanya”, sok nihilis “ngapain
mikirin orang emang orang mikirin gw”.
Untuk pihak ini gw cuma bisa
diam, gw udah capek ngejelasin bahwa.. “segala macam hal yang kita lakukan
adalah poloitis, karena politik adalah pengambilan keputusan secara sadar atau
tidak sadar kita terkait didalamnya baik secara individu atau kolektif dan juga
bla bla…………”
Hahhaha ay sudah lah
Jadi solusinya apa? Ha solusi
sori gak ada yang solusi yang bisa gw kasih, gw nulis bukan buat nengahin,
bukan buat sok bijak cari jalan keluar, tapi karna udah terlalu sering
diomongin. Gw Cuma nyaranin aja : silahkan ambil jalan sendiri-sendiri, cari
masalah sendiri-sendiri, nah lu selesain deh sendiri J)
Yang kedua adalah masalah
rebut-ribut antar aliran agama,
Ada terlalu banyak varian : NU, muhammadiyah, suni, syiah dll, klo gw
pribadi gak mau ngurusin toh soal agama ini masalah personal kan. Jangan pernah
memaksa orang lain apalagi sampai membunuh untuk memaksa ikut surga yang dihalalkan menurut versi
masing-masing yg kalian yakini. Selama orang tersebut tidak menggangu hidup
anda hormati lah (bluaahhh sok bijak gw hahahha) cukup gw gak mau panjang lebar
soal ini gw takut ada ormas yang membaca gw bisa di gorok nanti =))
Yang ketiga ini saya menyimak
obrolan di warung makan “gambreng”
Antara kelompok bapak tua yang
mengaku dulu nya mantan anggota PKI dan kelompok gw gak tau mungkin laskar
moral yang berdebat soal komunis, marxisme
langsung saja pihak yang kontra komusnisme
marxisme menyerang dgn mengatakan “komunisme itu ateis, tidak beragama bla bla
“
gw mendengarnya jadi geli karena setau gw
terlalu banyak penganut marxisme yang juga
agamis ambil contoh : tokoh2 SI jaman dulu seperti Haji Misbach atau
datuk batuah (ya memang gak ada dibuku IPS/sejarah), bahkan Mohammad Hatta
tokoh tang dikenal agamis pernah terang-terangan berkata “saya adalah seorang
Marxist”, belum lagi klo mau lihat ke luar banyak tokoh-tokoh yg bisa disebut
seperti Ali Syariati, Muhammad Iqbal, Hasan Hanafi, Antonio Gramsci, Gustavo
Guiterez dst. Tokoh tokoh ini terinspirasi dari marx tapi juga orang-orang yang
taat beragam, jadi tuduhan itu gak berdasar dan prejudis
serangan yang kedua adalah
mengatakan “liat tu PKI jaman dulu ganyang sana ganyang sini”
ya gak bisa dipungkiri memang
jaman itu terkena hegemoni stalinis yang lagi tren, dengan tidakan Machivelis
nya ganyang sana ganyang sini, clurit sana clurit sini.
Untuk kelompok bapak tua dengan
segala pembenaranya say bilang TAI!!!
Gak usah ditutupi lah faktanya
juga memang pembantaian itu ada dimana-mana, walaupun jumlahnya jauh lebih
sedikit dari pada pembantaian militer jaman soeharto,.
Tapi apa iya fasis ada kadar
dikit banyaknya, fasis tetap lah fasis.
Lagian klo jaran marxisme
dilarang juga orang2 masih tetep bisa membaca bukunya atau mengcopy pun klo
bukunya dilarang ini jaman internet bung lu bisa belajar baca Marxist dengan
mudah hahhahaha
Jang terlalu phobia dengan marxis
jangan jadi dogmatis, baca dan diskusikan agar tidak jadi dogmati. Ups sudah
dulu saya takut tiba2 ada pasukan mendobrak rumah saya dan menangkap saya J hahhahaha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar